INYONG AGI BELAJAR BIKIN BLOG NDISIT

Pages

Sabtu, 07 Agustus 2010

MENYAMBUT DATANG NYA BULAN SUCI RAMADHAN

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

SEBELUM CAHAYA ILLAHI DIPADAMKAN,
SEBELUM LANGIT RUNTUH,
SEBELUM PINTU TAUBAT TERTUTUP,
SEBELUM MALAIKAT MENJEMPUT,
SEBELUM RAMADHAN MENJELANG,



KAMI SEKELUARGAPUN MENGUCAPKAN

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH RAMADHAN
MOHON MAAF LAHIR & BATIN.
ALLAHUMMAA BAARIKLANAA FII SYA’BAAN
WA BALLIGHNAA ROMADHON
SEMOGA ALLAH SWT,
SELALU JAGA & SUCIKAN HATI, PIKIRAN, SEMUA INDERA DAN PERBUATAN KITA DARI SEGALA KEMAKSIATAN


SEMOGA ALLAH SWT,
SENANTIASA MUDAHKAN KITA UNTUK MENJAUHI SEGALA PERBUATAN YANG HARAM DAN MAKRUH
SERTA MENINGKATKAN KUALITAS & KUANTITAS AMALAN WAJIB DAN SUNNAH

SEMOGA ALLAH SWT,
LIMPAHKAN HIDAYAH, RIDHA DAN BAROKAHNYA KEPADA KITA SEKELUARGA SEMUA,

DAPAT BERIBADAH DI RAMADHAN NANTI DENGAN IMAN, ISLAM DAN TAQWA YANG SETINGGI-TINGGINYA, AMIN.

Wassalamu’alikum Wr. Wb.,
KANG GEPENG & Keluarga

Sabtu, 20 Juni 2009

Kesendirian dan Kesedihan

Ada kalanya, hidup rasanya begitu sepi. Teman-teman seolah lenyap begitu saja dari hati kita. keberadaan teman di sekitar kita tak lagi terasakan. Sepi yang seperti itu rasanya seperti memasuki ruang kosong yang senyap – tapi dipenuhi kegelisahan. Di tengah hiruk pikuk pekerjaan yang mengalir, di tengah arus lalu lalang pegawai lain, dan mungkin di tengah tumpukan pekerjaan yang tak terjamah, dan di tengah kompetisi untuk jenjang karir yang lebih tinggi kita, merasakan kesendirian, karena ditinggal oleh teman-teman lain.
Ada orang-orang yang begitu mudah mengusir kesendirian ini dan menemukan banyak aktivitas dan kekawanan baru. Tapi, mungkin lebih banyak yang tidak menyukai kesendirian, karena sepi yang ditimbulkannya.
Namun, pada tulisan ringkas ini, saya ingin menyampaikan pesan”bila masih ada orang yang bisa membuat kita bahagia atau menderita, itu tandanya saklar kebahagiaan masih dipegang oleh orang lain.
Saya ingin menafsirkan kalimat di atas dalam konteks kesendirian, bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kesendirian dan merasakan sepinya ruang hati yang kosong, tetapi, tidak perlu mengalami kesengsaraan karenanya, sebab, dia sendirilah pemegang kunci kebahagiaan itu, bukan orang lain.

Selasa, 31 Maret 2009

Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan. Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada dialam ghaib. Jangan mudah tergoncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri Anda setara dengan kritikan tersebut. Beriman kepada Allah, dan beramal shaleh adalah kehidupan yang baik dan bahagia. Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan maka dia harus berdzikir kepada Allah. Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan terburuk. Berfikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah. Anda dengan semua yang ada pada diri Anda sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain. Dari waktu ke waktu selalu ada jalan keluar. Dengan musibah hati akan tergerak untuk berdo'a. Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati. Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele. Jangan marah, jangan marah, jangan marah!!. (dan langit ter dapat (sebab-sebab) rezeki mudah terdapat(pula) apa yang dijanjikan kepadamu, QSAdz-Dzariyat:22). Kebanyakan yang anda takutkan tidak pernah terjadi. Pada orang-orang yang ditimpa musibah itu ada suri tauladan. Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan cobaan atas mereka.
Anda harus melakukan perbuatan yang baik dan membuahkan dan tinggalkan kekosongan. Tinggalkan semua kasak-kusuk,dan jangan percaya kepada kabar burung. Kedengkian dan keinginanAnda yang kuat untuk membalas dendam itu hanya akan membahayakan Anda sendiri, lebih besar daripada bahaya yang menimpa pihak lawan. Semua musibah yang menimpa diri Anda adalah penghapus dosa-dosa. Hidup memang tidak untuk larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Hidup juga bukan media untuk memuja-muja kegembiran, semua telah diatur berdasarkan regulasi langit yang menjadi hak absolute dari Sang Pencipta. Sebagai mahluk, manusia dibekali dengan apa yang disebut rasa, ada rasa sedih, ada rasa gembira, ada rasa takut, ada rasa gembira, dan berbagai rasa lainnya. Kini yang dituntut adalah bagaimana mampu memanage rasa itu untuk stabil berada dalam ketentuanTuhan. Maka sungguh berartinya tulisan 'La Tahzan' (Don't be Sad) itu.
La Tahzan (Don't be Sad)
Embun Taushiyah